Luka di Lutut Kanan
Aku mengingat terjatuh dan luka. Aku akan tetap di sini. Sudah lama sekali sejak aku membenci malam, lebih dari 3 tahun, bayangkan saja separuh kehidupanmu digelapi dengan kebencianmu. Malam kubenci sebab terlalu gelap untuk dihuni dan membuat orang mengantuk. Aku tidak ingin orang tertidur, dan meninggalkanku bermain sendirian. Betapa bodohnya mereka yang memilih tidur di dunia yang fana ini. Seolah besok akan selalu ada dan keberadaannya abadi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa umurku hanya akan berakhir di tahun ketujuh. Demikianlah perjanjian orang tuaku dengan Roh Kudus di Jawa Tengah. Hanya saja aku tidak menyangka bahwa hari itu tiba lebih cepat, aku terjatuh dan luka pada lutut kanan. Angka tujuh katanya angka keberuntungan, entah mengapa manusia begitu menyukai hal-hal semacam ini. Mengucilkan kesialan yang keberadaannya adalah pun pasti. Ibu dan Ayah selalu bilang bahwa kanan adalah hal yang benar, right! Aku percaya itu, itulah mengapa setiap aku mencuri pulpen temanku, ta...