Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Luka di Lutut Kanan

Gambar
Aku mengingat terjatuh dan luka. Aku akan tetap di sini. Sudah lama sekali sejak aku membenci malam, lebih dari 3 tahun, bayangkan saja separuh kehidupanmu digelapi dengan kebencianmu. Malam kubenci sebab terlalu gelap untuk dihuni dan membuat orang mengantuk. Aku tidak ingin orang tertidur, dan meninggalkanku bermain sendirian. Betapa bodohnya mereka yang memilih tidur di dunia yang fana ini. Seolah besok akan selalu ada dan keberadaannya abadi. Sudah bukan rahasia lagi bahwa umurku hanya akan berakhir di tahun ketujuh. Demikianlah perjanjian orang tuaku dengan Roh Kudus di Jawa Tengah. Hanya saja aku tidak menyangka bahwa hari itu tiba lebih cepat, aku terjatuh dan luka pada lutut kanan.  Angka tujuh katanya angka keberuntungan, entah mengapa manusia begitu menyukai hal-hal semacam ini. Mengucilkan kesialan yang keberadaannya adalah pun pasti. Ibu dan Ayah selalu bilang bahwa kanan adalah hal yang benar, right! Aku percaya itu, itulah mengapa setiap aku mencuri pulpen temanku, ta...

Hal-hal mengenai Oni Jouska

Gambar
  Kenalin, Oni Jouska. Sebuah buku yang berhasil masuk Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Kategori Novel. Ditulis seorang Asep Ardian, dikenal sebagai penulis sekaligus penjual batagor. Jika penasaran dengan buku dan batagornya, silakan datang ke Batagor Kajojo. Pada karyanya yang pertama ini, penulis mencoba menuliskan perihal laut di mata seekor ikan remora. Menulis sesuatu yang bukan bagian dari dirinya, dengan sudut pandang pertama, layaknya penyamaran terang-terangan. Cukup jarang kutemui dan sepertinya membutuhkan keberanian untuk menulis demikian. Patut diapresiasi! Saya dapat melihat betapa penulis mencoba menjadi ikan kecil yang tidak begitu pandai bercerita, mengulang kata-katanya, berceramah, dan kewalahan. Usaha yang terbilang berhasil. Meski sebenarnya tidak apa-apa menjadi ikan dan mampu bercerita dengan baik.  Cukup menarik bagiku mengetahui nama-nama tokoh: Oni, Ragil, dan Dary merupakan nama teman-teman penulis. Disematkan sebagai rasa terima kasih....

Makanan Para Dewa

Gambar
  Makanan Para Dewa Ribuan tahun sebelum kelahiran , dalam perjanjian dengan Tuhan,  Tenriyabeng  mencapai kesepakatan untuk membagikan coklat. Sebuah tugas mulia yang diberikan kepada setiap insan yang merasa, bukan hanya Tenriyabeng. Ibu menghantarkan bisikan rayuan tengah malam dengan sangat berhati-hati, takut membangunkan-Nya padahal Dia tidak pernah tertidur. Dengan ratusan kalimat yang digunakan dan berulang-ulang, dia sebenarnya hanya berharap kebahagiaan bagi anak-anaknya. Orang-orang yang berpengetahuan menyadari bahwa inilah jenis doa yang paling mujarab. Doa itu menyebar ke langit-langit kamar, menyelinap keluar, dan memanjat entah ke mana. Semoga kebahagiaan selalu ada pada Ibu, sehingga dia mampu membagikannya kepada setiap anak. Dalam kehadiran yang nyata,  Tenriyabeng  tidak pernah mengingat rasanya dilahirkan dalam arti sebenarnya, seperti semua orang. Anak Maryam dapat berbicara meski masih bayi namun tidak pernah ada yang mengatakan bahwa ...