Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Dengan latar belakangnya sebagai alumni Fakultas Filsafat UGM, saya mengenal Eka Kurniawan sebagai penulis yang mampu membuat tulisan vulgar berbau filosofis dan sebaliknya. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas misalnya, buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2014 oleh Gramedia Pustaka Utama ini kembali menunjukkan gaya menulis Eka yang filosofis berbau vulgar. Kisahnya berawal dari dua remaja yang menjadikan pemerkosaan perempuan sinting sebagai sebuah kesenangan, berakhir dengan Ajo Kawir mendapati burungnya tertidur lelap dan Si Tokek memilih mengurung burungnya selama burung Ajo Kawir tertidur. Kesialan kedua burung itu membuat kedua pemiliknya harus hidup dengan penuh kesengsaraan, menolak cinta yang datang karena dirinya tidak sempurna. “Aku ingin menghajar orang” begitulah cara mereka mencari kesenangan untuk hidupnya yang serasa telah berkahir. Daripada harus merindukan Iteung, Ajo Kawir lebih memilih menantang...