Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Membaca Sekolah Biasa Saja

Gambar
  SEKOLAH BIASA SAJA   Buku istimewa ini disusun oleh Toto Rahardjo berisi kontribusi tulisan dari Murid, Orang Tua Murid, Fasilitator, beberapa artikel dan tulisan yang terkait. Dicetak pertama kali pada Agustus 2014 oleh Penerbit Progress dan selanjutnya cetakan kedua, ketiga pada 2018 dan 2019 oleh INSISTPress. Sampulnya berisi gambar seorang anak di tengah sawah yang sedang meneropong, sangat mempresentasikan Sanggar Anak Alam (SALAM). Diawali dengan wawancara Toto Rahardjo sebagai salah satu pendiri SALAM, memberi kita sedikit banyak gambaran tentang asal mula SALAM sebagai sebuah wadah untuk belajar sekaligus apa yang diinginkan dari semua itu, visi misi mereka. SALAM sendiri didirikan karena ketidakpuasan dengan dunia pendidikan yang ada, proses belajar yang itu-itu saja menurutnya tidak lagi relevan dengan perkembangan yang ada. Karena itu SALAM melaksanakan pembelajarannya berbasis riset dengan Murid, Orang Tua Murid, Fasilitator (tidak menyebutnya Guru) serta...

Nonton Samjin Company English Class

Gambar
  SAMJIN COMPANY ENGLISH CLASS   Sepertinya film satu ini merupakan film Korea dengan jumlah pemeran terbanyak yang pernah kunonton. Ada adegan di mana mereka dikumpulkan kemudian dalam sepersekian detik menyanyi dan menari layaknya film India di dalam imajinasi. Disutradari oleh Lee Jong Pil, film komedi 2020 ini sesuai dengan selera humorku yang receh. Meski ide ceritanya tidak begitu menyegarkan. Bercerita tentang tiga pegawai perusahaan Samjin yang kesemuanya adalah perempuan, lulusan SMA dan bekerja sebagai pegawai dengan tingkatan paling rendah. Mereka bersama pegawai setingkatnya dijanjikan promosi jabatan jika dapat memperoleh nilai minimal 600 poin dalam tes TOEIC setelah belajar selama tiga bulan di Samjin Company English Class. Ketiga perempuan tersebut diperankan oleh Go Ah ‑ sung sebagai Lee Ja ‑ young, sosok penuh kepedulian dan merupakan tokoh dengan scene terbanyak. Kemudian ada Esom sebagai Jung Yoo ‑ na, gadis pintar dengan hobi membaca buku misteri...

Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

Gambar
  Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?   Kim Sanghyun, pemilik Gongmyeong Cafe dan Feelm (sebuah penerbit independen) sekaligus penulis buku ini. Judul aslinya naega jugeunmyeon janglyesige nuga wajulkka? dibantu oleh Dewi Ayu Ambar Rani kita bisa membaca buku ini dalam Bahasa Indonesia. Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Haru pada Oktober 2020. Dengan judul yang gelap memberi magnet tersendiri untuk memiliki buku ini. Cukup lama berada di rak bukuku dan tak terbaca hingga suatu hari ketika saya merasa ingin menggali kubur sendiri, seorang teman menyarankan untuk membaca buku ini. Meski akhirnya baru terbaca kemarin. Berhubung saya membeli buku ini ketika masih PO makanya mendapat bonus notebook , sepertinya cocok untuk mencatat nama-nama orang yang kemungkinan datang ke pemakamanku nantinya meski hingga saat ini belum ada satu nama pun yang tercatat. Saya tidak percaya diri. Terlepas dari judulnya, buku ini tidak berisi cara mencatat orang-oran...