24 Jam Tidaklah Cukup
Setelah dengan tekad yang begitu kuat untuk tidak begadang kemarin, hari ini aku tidur pukul enam pagi. Bangun setelah pukul dua belas siang dengan wajah serupa bakpao isi daging ayam. Kepalaku berusaha keras untuk bekerja, membawa kakiku ke toilet untuk membuang kotoran yang ada dalam diriku. Buku Unaccustomed Earth menyapaku dengan warnanya yang pink menyala, entah apa namanya. Warna begitu banyak dan membingungkan, itulah mengapa melihat dunia dengan hitam dan putih menyesakkan. Semoga keyakinan akan keberagaman ini juga terjadi pada kebenaran. Warna yang paling sering kulihat akhir-akhir ini adalah warna kunang-kunang, tidak hanya terdiri kuning. Setelah sedikit membaca buku Jhumpa Lahiri, aku teralihkan dengan chat yang masuk. Dan di sinilah aku tiba-tiba menulis dan membiarkan buku yang kupinjam dari Room19 itu tertutup terpinggirkan di kasur yang sepertinya kena guna-guna. Aku gak yakin seratus persen, hanya sekitar 0,009% keyakinanku bahwa ada guna-guna y...