28 Tahun Pertama
25 Mei 2025, sungguh sebuah tanggal yang cantik dengan orang-orang baik di sekitarku. Mereka merayakanku dalam banyak cara, dan segalanya kunikmati, termasuk seluruh Bobotoh di seluruh Bandung Raya yang memeriahkan malamku dengan kembang apinya yang dapat kulihat dari teras kosanku. Terima kasih banyak teman-teman (pakai emot lucu gemoy nan aduhai).
Sehari berlalu, perasaan 28 tahun belum juga merasukiku. Aku masih lazyperson yang sebenarnya tidak ada niat untuk menulis, hingga seorang teman membuatkanku kartu ucapan dan berharap blog ini dapat rutin terisi. Tulisan pertama di 28 tahun ini terdedikasikan untuknya, semoga diterima dengan lapang dada.
Seorang teman yang padanya aku banyak belajar, membagikan momen ketika aku berkata "kenang-kenangan kalau ada yang meninggal" dalam sebuah video. Dengan ingatanku yang buruk ini pun dapat kuingat jelas bahwa itu adalah momen di mana aku merasa sebaiknya segera meninggal. Meski akhirnya sekarang aku masih hidup bahagia dikelilingi orang-orang yang kucintai dan mencintaiku. Kalau kata Dea Anugrah: Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya.
Bagaimana pun juga, momen itu membawaku kepada satu hal. Tanpa basa basi, di hari pertamaku ini aku memilih jujur pada seorang teman tentang apa yang kurasakan. Aku merasa ingin berteriak kencang, mengeluarkan segala kata dalam diriku. Aku tentu tidak bisa menahannya lagi, takut akan mencemari seisi ruangan. Memilih undur diri dan diam sejadi-jadinya.
Hari ini aku memilih menulis. Setelah kemarin malam diajari untuk menulis chat dengan lebih baik, menggunakan emoticon, MEMBALAS DENGAN HURUF KAPITAL, menggunakan hehe di akhir kalimat. Jangan terlalu formal, kamu bisa membuat orang lain salah paham dengan chatmu!
Apakah pilihanku sudah benar? Aku ingin hidup selayaknya manusia berumur 28 tahun dengan berhenti menangisi hal-hal yang membuat kepalaku capek dan tidak bisa tidur di malam hari, berhenti kesiangan, berhenti tidur tiap berkumpul dengan teman, berhenti dengan segala kemalasan yang ada dalam diriku. Hari ini mari kita berhenti menulis blog dan bersiaplah menulis tesis! Let's go!
Note: Aku belum mandi.

Komentar