Seekor Semut yang Meledakkan Dirinya di Tahun 2025
Seekor Semut yang Meledakkan Dirinya di Tahun 2025 Kisah ini dituliskan melalui kacamata manusia yang begitu mencintai dirinya sendiri, tentang bagaimana dia merasa, bukan bagaimana kebenaran yang sebenarnya terjadi. Sebab kebenaran pun semakin kehilangan diri, semua orang memungut serpihan-serpihan kebaikan yang dapat diyakini sebagai sebuah pembenar hingga menjelmah kebenaran. Sebagaimana sejarah terus menerus ditulis ulang dan dipoles menuju kebenaran baru. Hari Senin selalu dimulai lebih cepat. Bahkan bagi koloni semut peledak yang hidup dengan sistem nokturnal. Demikianlah kemudian semut pekerja bernama Riu memulai Seninnya lebih cepat lagi, yakni pukul lima sore. Dia ingin melihat dunia lebih awal, menikmati keindahan lebih lama, menangkap ketenangan lebih dekat. Sering dia menemukan kelelawaran yang juga bangun lebih cepat, kadang melihat bekantan beristirahat di pohon-pohon dekat air sebelum akhirnya pulang untuk beristirahat, serta mendapat waktu berpamitan dengan ma...