MengAMUK bersama Stefan Zweig
MengAMUK bersama Stefan Zweig Ini dia Amuk, karya Stefan Zweig. Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh Tiya Hapitiawati, diterbitkan Moooi Pustaka. Sebuah kumpulan cerita pendek dengan empat judul, yakni: Amuk, Mandel Sang Kutu Buku, Leporella, dan Dua Puluh Empat Jam Hidup Seorang Perempuan. Mari bicara soal covernya terlebih dahulu, oleh Agus Noor sang Pangeran Kunang-kunang. Dua ikan kecil, perahu kertas terbalik dari koran berisi pesan tentang etika dasar, kemanusiaan, dan penderitaan, sebuah kain yang mengapung di atas cahaya atau entah. Dikelilingi jingga yang membentuk amukan pada laut dan langit lepas menciptakan sebuah kegeruhan tak berujung. Sejujurnya saya tidak begitu mengerti, yang terlihat hanyalah kekelaman. Penceritaannya menarik, menulis dengan teknik orang pertama melalui orang kedua. Satu paragraf bisa sampai beberapa halaman, itu cukup gila sih. Stefan Zweig terlihat menganut kerpecayaan bahwa tulisan itu bercerita tentang suatu masa yang telah lalu. Dan di...