[Review Buku] Hidup Apa Adanya- Kim Suhyun


HIDUP APA ADANYA

Hidup Apa Adanya - Kim Suhyun

Hal pertama yang membuat saya membeli buku ini adalah karena #1 Bestseller di Korea Selatan, kedua warna covernya yang begitu imut. Berwarna ungu lavender dengan seorang perempuan yang berbaring di atas dua tangannya. Tertera bahwa buku ini telah diterbitkan juga di Jepang, Tiongkok, Taiwan, Vietnam dan Thailand. Terjual lebih dari 800.000 ekslampar di Korea Selatan dan 700.000 di Jepang, dicetak lebih dari 200 kali serta mendapatkan penghargaan kategori eBook terbaik di negara ginseng tersebut.

Buku Hidup Apa Adanya milik Kim Suhyun adalah buku kedua yang saya baca setelah Bicara Itu Ada Seninya milik Oh Su Hyang yang berasal dari negeri K-Pop. Buku ini berisi kumpulan To Do List, lebih tepatnya terdapat enam bagian.

Selain covernya yang indah, isinya pun penuh dengan gambar-gambar menarik dan itu semua adalah hasil jerih payah sang penulis. Hebat yah, bisa nulis sekaligus menggambar. Untuk berubah menjadi bahasa Indonesia dibantu oleh Presillia Prihastuti dan diterbitkan oleh Transmedia.

Sama seperti buku terjemahan lainnya, ada beberapa kata yang sebenarnya memiliki arti yang sama namun berbeda makna. Membuat kalian “Ah.. mungkin maksudnya seperti ini” tapi, itu pun jika kalian akrab dengan bahasa Korea, baik melalui K-Pop, drama, film, atau hal lain yang membuat anda sering mendengar bahasa tersebut. Ada beberapa ekspresi yang tidak cocok untuk diartikan satu per satu. Jujur saja saya tidak begitu suka dengan gaya bahasa yang digunakan, apakah memang dari penulis atau berkat terjemahannya.

Dari enam bagian yang dituliskan di buku ini, yang paling membekas adalah tentang angka, penilaian memang lebih mudah dengan itu dari pada menilai dari sisi yang lain tapi tidak berarti lebih mulia. Membaca buku ini membuatku ingin bertemu secara langsung dengannya, Kim Suhyun. Ada beberapa hal yang menurutku butuh kuperjelas, tentang penilaiku terhadapnya, berpikir bahwa dia seseorang yang sombong. Tapi, kapan kita bisa ketemu? Supaya saya bisa belajar bahasa Korea dulu.

Tolong jangan menilai kata sombong ini dengan cepat yah!

Selamat untuk cetakan ke-200 sekiannya! 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan