[Review Buku] Titik Temu - Ghyna Amanda


Tentang Titik Temu




Novel yang ditulis oleh Ghyna Amanda ini cetak pertama kali pada tahun 2017 dan diterbitkan oleh Mojok.  Ini adalah karya pertamanya yang kubaca pun terlalu terlambat, terima kasih untuk temanku yang merekomendasikannya. Buku ini menarik.

Ghyna, begitu fasih menggambarkan Kathelijen Sophie Kuhlan, sebagai pribadi yang dapat anda bayangkan dengan gampang.  Cerita yang disajikan pun sangat mudah dimengerti, menggambarkan sebuah kisah dengan beragam perbedaan, umur, agama, kebangsaan, cara berpikir dan masih banyak perbedaan lainnya.

Dua puluh tahun bukanlah jarak yang sedikit, untuk urusan agama lebih mudah diatur sebab Sophie tidak begitu mempersoalkan tentang agama, yang dia tahu hanya ada satu Tuhan tanpa perlu membedakan agama. Kebangsaan mereka lah yang menjadi masalah sebenarnya, Dokter Andjana Ranggawangsa adalah anak pribumi sedangkan Sophie, istri karena kontraknya itu berkebangsaan Belanda. Iya, Belanda! Negara yang dengan mendengar namanya saja membuat darah manusia Indonesia mendidih seketika.

Terlebih lagi, latar cerita ini terjadi pada awal kemerdekaan, ketika Proklamasi dikumandangkan dengan gagah meski cerita pedih terus berlanjut. Ghyna membuat Dokter yang ikut andil dalam peristiwa Bandung Lautan Api, ikut bergerilya dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjadi pengecut yang meninggalkan desanya demi perempuan berdarah Belanda. Untung saja, dia tidak membuat Adjie (panggilan masa kecil sang dokter) menjadi pengkhianat negara pada akhir hidupnya.

Asmara yang terjadi di tengah gencatan senjata sama bahagianya dengan cerita di tempat lain. Bahkan lebih, lebih dari itu. Sophie dan Adjie masih sempat bertengkar, cemburu dan bercinta. 

Saya hanya butuh peran Ayi lebih dari ini. 

Jika kalian telah membaca buku ini, selamat! Kalau belum, baca lah meski sedikit terlambat!

Novel ini memberikan kesan tersendiri karena latar kejadiannya, mungkin kalian tidak akan sependapat tapi itulah pendapat seorang pembaca pemula, membaca novel.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan