[Review Drama] Hospital Playlist 2020
HOSPITAL PLAYLIST DAN KECINTAANKU KEPADA GYEOUL
![]() |
| Hospital Playlist 2020 |
Awal mula menonton drama ini adalah karena Adikku yang memperkenalkannya, katanya dia menemukan drama yang dibintangi lima orang terkenal. Setelah melihat posternya saya menjadi sangat bersemangat untuk menontonnya, saya suka sensasi menonton film atau drama dengan banyak pemeran meski akhirnya harus menerima bahwa adegan mereka akan menjadi lebih terbagi.
Setelah menonton episode pertama, saya merasa bahwa drama ini benar sesuai dengan seleraku. Mengingat bahwa tayangnya sekali seminggu dan hanya memiliki dua belas episode membuatku merasakan sesuatu, entahlah apa namanya. Bukan kesal, saya suka bagaimana tim produksi pakar dalam membuat penonton penasaran namun tidak menjadi kesal. Mereka bahkan lihai membuat perasaan cuplikan episode berikutnya yang sama sekali berbeda ketika betul-betul telah tayang. I like it so bad! Seperti dipermainkan namun menyenangkan. Setiap hari kamis malam saya menjadi sangat gembira memikirkan menonton episode selanjutnya.
Karena drama ini tayang sekali seminggu, saya menjadi memiliki banyak waktu untuk mengulang episode-episode yang telah berlalu. Mungkin sekitar tiga kali untuk setiap episodenya kecuali yang terakhir, saya akan menontonnya setelah ini. Cuplikan yang paling sering kuputar adalah mafia game, U-Ju, Song Hwa menari di gereja, ketika mereka latihan band, dan tentu saja setiap adegan di mana Gyeoul muncul kecuali ketika dia membersihkan belatung. Untuk cuplikan ini tidak cukup dua tangan untuk menghitung berapa kali kuputar.
Kalian bisa reunian dengan Reply, Seoul Claypot, Parasite, Kim Doctor Romantic, dan beberapa film maupun drama lainnya. Bahkan bisa melihat beberapa cameo, saya senang dengan kemunculan Go Ara, namun tidak dengan kehadiran mertua Deoksun. Kehadiran mereka tidak memberikan pengaruh yang besar dan kupikir itu salah satu hal yang tidak perlu diistimewakan.
Alur cerita yang santai, kematangan scene medis, pengambilan gambar yang memumpuni serta lagu-lagu yang mungkin nanti akan mengisi playlistku (sepertinya sih tidak) membuat penonton jenis saya bertahan. Namun, dua atau tiga kali saya menemukan kesalahan pemotongan adegan, sedikit mengganggu meski hanya berlangsung tidak genap sedetik.
Saya selalu memantau rating, dan sempat tersakiti ketika episode kedelapan karena berkurang 0,1%. Selain itu semuanya baik-baik saja, berawal dari 6.325% menjadi 14.1% membuat kerja keras tim produksi terbayarkan meski sebenarnya mereka berhak mendapat lebih banyak. Oh iya, ada rasa penasaran saya yang tidak terbayarkan hingga episode terakhir, melihat istri Do Jae Hak.
Satu lagi, saya melewati episode per epsiode dengan harapan bahwa akan melihat Jun Wan mendapat banyak bagian untuk sebuah
lagu namun tidak pernah kesampaian. Mereka sepertinya tahu bahwa playlist di hp
saya telah dipenuhi ost When The Devil Calls Your Name.
Anu, ada lagi, di episode terakhir sepertinya terlalu banyak flashback yang tidak berarti dan terkesan sebagai pengisi waktu untuk menutupi kekurangan adegan.
Kecintaanku kepada Gyeoul, My Winter Garden!
Saya jatuh cinta setiap kali dia berada dalam layar, ekpresinya yang malas malah menyemangatiku. Dia tampak cantik tanpa makeup, saya bahkan mengikuti instagramnya alih-alih mengikuti lima bintang utama. Saya pun merasa tersanjung karena kali ini kapalku berhasil berlayar setelah kemarin berakhir kecewa di Reply 1988.
Setelah kupikir-pikir, sepertinya kecintaanku kepada Gyeoul adalah karena karakternya yang ingin sekali kumiliki, bagaimana dia tidak pernah mengeluh, melakukan apapun yang menurutnya baik, tidak perlu menjelaskan untuk membuat orang lain tidak salah sangka, menyatakan cintanya dengan air mata dan tentu saja memenuhi mulutnya dengan makanan. Untuk My Winter Garden, terima kasih telah tampil dengan baik di sini, saya akan menonton film dan dramamu selanjutnya.
Terakhir, meski bukan wasiat tapi tidak apa-apa untuk dituliskan. Setelah ini berakhir akan disambung season 2 pada tahun 2021, mengetahui hal itu tidak membuatku begitu bahagia. Saya suka bagaimana cerita ini berkahir dan seolah tidak butuh lanjutannya serta takut menghadapi kenyataan bahwa season berikutnya tidak sesuai ekspektasi, kalian tahukan maksudku? Sebagaimana diriku yang tidak bisa berhenti tertawa menonton Eluchacha Waikiki 1 menjadi orang pendiam menonton yang kedua.


Komentar