[Review Film] A Good Woman Is Hard to Find (2019)

A Good Woman Is Hard to Find (2019)

A Good Woman Is Hard to Find (2019)

Hey hey hey yo, whoo (baca ini sambil ingat Itzy)

Kali ini tentang film yang diperankan oleh Sarah Bolger sebagai Sarah, seorang Ibu yang baru saja ditinggal meninggal oleh suaminya Stephen Collins. Setelah pembunuhan suaminya, Ben, anak sulungnya tidak bisa berbicara untuk sementara waktu. Hal tersebut dikarenakan gangguan psikologi yang diterimanya setelah melihat ayahnya terbunuh. Selain Ben, ada juga si bungsu yang cantik.

Hidup mereka menjadi berat karena Stephen Collins diberitakan sebagai seorang pengedar narkoba, Sarah tidak percaya akan hal tersebut. Dia tahu bagaimana sosok suami dan ayah dari anak-anaknya yang dia cintai. Sarah sebagai seorang Ibu terus melakukan sebisa mungkin untuk anaknya meski harus mengalami kendala finansial.

Luka ini dibumbui garam dengan kedatangan Tito yang diperankan oleh Andrew Simpson, si pencuri dan sekaligus pengedar narkoba yang menerobos ke rumah mereka. Tito menyembunyikan narkoba di bawah bak mandi dan akan datang setiap malam untuk mengambil sedikit demi sedikit, menurutnya ini adalah pilihan paling aman mengingat tidak akan ada polisi yang mencurigai seorang janda dan dua anaknya yang masih kecil. Tito bahkan memberikan Sarah bagian dari hasil penjualannya.

Sarah terpaksa terus membukakan pintu untuk Tito demi keselamatan anak-anaknya hingga suatu hari Ben menemukan narkoba tersebut dan menghaburkan, mungkin juga mengisapnya sebagian. Sarah menjadi sangat panik dan menyirami anaknya dengan air agar tidak kesakitan. Setelah malam tiba, Tito datang dan akhirnya mengetahui bahwa narkobanya kini telah rusak karena itu dia marah besar dan ingin melukai Ben. Namun, Sarah tidak membiarkannya, Tito hampir saja memperkosa Sarah malam itu sebagai imbalan jika dirinya tidak melukai anak-anaknya. Hanya saja, Sarah tidak serendah itu, mereka beradu kuat dan dengan kecerdasannya Sarah menikam Tito hingga meninggal. Saya suka menggunakan kata ‘cerdas’ untuk Sarah, dia memang pantas untuk itu.

Setelah pagi kembali, dua orang polisi mendatangi rumah tersebut karena ada laporan dari tetangga bahwa telah ada keributan di rumah ini namun mereka tidak benar-benar ingin ikut campur atau bahkan membantu setelah mendengar penjelasan dari Sarah.

Karena mayat Tito masih berada di dalam kamar dan terlalu berat untuk diangkat oleh Sarah, akhirnya dia membawa kedua anaknya ke rumah Ibunya, meminta mereka bermalam di sana. Sedangkan Sarah kembali ke rumah untuk membereskan jmayat Tito. Sebelum itu, Sarah membeli gergaji dan kapak untu digunakannya memutilasi Tito.

Dengan kecerdasannya, dia bahkan mampu melakukan proses tersebut tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Saya meminta maaf kepada para penata yang membantu adegan mutilasi karena tidak menikmati kerja keras mereka, saya sebetulnya tidak berpikir bahwa film ini akan berisi adegan tersebut (Saya tertipu melihat judulnya, mengira ini adalah film keluarga bergenre drama). Lanjut, setelah memotongnya menjadi beberapa bagian, Sarah membuangnya di tong sampah yang berbeda-beda.

Ancaman keselamatannya dan anak-anaknya tidak berhenti di sini. Kelompok yang narkobanya dicuri oleh Tito akhirnya menemukan Sarah dan mengetahui bahwa di rumah itulah Tito bersembunyi dan mengira bahwa mereka memiliki hubungan. Packy Lee sebagai Mackers bahkan mendatangi Sarah di rumah ibunya dan mengancam keselamatan mereka jika tidak memberitahukan keberadaan Tito. Karena itu, Sarah dengan berani mendatangi mereka dengan membawa kepala Tito beserta sebuah pistol berisi peluru.

Dalam pertemuan mereka akhirnya Sarah memperjelas apa yang mereka lakukan dengan suaminya dan mendapati bahwa suaminya ternyata telah dibunuh dan dituduh karena niat baiknya menolong orang lain. Kemarahan Sarah meledak, dia membunuh semua orang di sana dengan kecerdasannya dan akhirnya membuat mereka dituduh sebagai pembunuh Tito.

Film garapan sutradara Abner Pastoll ini dirilis pada 25 Oktober 2019 di Britania Raya dengan durasi 1 Jam 37 menit. Memperlihatkan bagaimana seorang Ibu berjuang untuk keselamatan anak-anaknya dengan cara yang ekstrem. Toh, tidak ada yang peduli seekstrem apapun kelakuan Sarah karena di sini dia adalah seorang Ibu. Kita yakin bahwa Ibu memang terlahir untuk menyelamatkan anak-anaknya. Ini hanya salah satu gambaran, seorang Ibu memiliki banyak cara untuk melindungi anak-anaknya dan kita tidak pernah berhak untuk menyalahkannya pun membenarkannya.

Silahkan menonton!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan