[Review Film] Forrest Gump (1994)

FORREST GUMP

[Review Film] Forrest Gump (1994)

Film yang diadaptasi dari novel Winston Groom ini mencetak rekor dengan penghargaan yang sangat banyak, hingga kini adalah 24 penghargaan sejak perilisannya pada 12 Juli 1994 di Los Angeles. Diperankan oleh Tom Hanks sebagai Forrest Gump, Gary Sinise sebagai Letnan Dan, Robin Wright sebagai Jenny, Sally Field sebagai Nonya Gump dan Mykelti Williamson sebagai Bubba.

Forrest menghabiskan waktunya menunggu bus dengan  bercerita tentang masa lalunya dan membuat kita menjadi penonton gelap yang ikut penasaran dengan cerita yang hampir mirip dengan mimpi tersebut. Dia adalah pembicara yang baik, Forrest bercerita tentang bagaimana Ayah Jenny selalu menciumnya sebagai rasa sayang ketika dia mengingat kembali dirinya dan Jenny berlari mengendap-endap dengan teriakan ayahnya yang memegang botol minuman. Dia juga bercerita tentang sebuah gigitan di pantatnya ketika sebenarnya itu adalah peluru yang mendarat di sana. Dia pun bercerita tentang Letnan Dan yang menginvestasikan uang mereka ke sebuah perusahaan buah hanya karena bernama Apple Computer, Inc.

Bercerita tentang Forrest Gump, anak kecil dengan bentuk tubuh seperti tanda tanya dengan ayah yang sedang Vacation. “Orang yang pergi dan tidak akan pernah kembali” jawab Ibunya ketika ditanya apa itu Vacation. Karena bentuk tubuhnya tersebut, si kecil Forrest harus menggunakan semacam penyanggah kaki yang membuatnya sulit berjalan dengan normal.

Forrest Gump dengan IQ 75 berhasil masuk universitas karena kemampuan berlarinya dengan bergabung tim Football, kemudian menjadi anggota militer dan menjadi Pemain Pingpong Internasional dengan memastikan matanya tidak pernah kehilangan jejak bola pingpong, mewujudkan mimpi Bubba, temannya yang meninggal ketika berada di militer, membeli sebuah kapal penangkap udang dan mendirikan Bubba-Gump Shrimp dengan penghasilan yang melebihi Davy Crockett. IQ is juts a number! Dia berbeda, benar! Tidak ada orang yang sama, kita semua berbeda. Cukup jelas.

Forrest Gump adalah gambaran tentang takdir yang ditetapkan dan diinginkan. Kapten Dan yang percaya akan ketetapan takdirnya meninggal terhormat di medan perang harus mengakui bahwa akhirnya dia tetap hidup karena bantuan Forrest meski harus tanpa kaki, ketetapan takdirnya seolah diubah oleh keinginan Forrest. Di sisi lain, Ibunya percaya bahwa takdir berjalan sesuai keinginan akhirnya meninggal karena sebuah penyakit, apa mungkin itu keinginannya?

Dalam hubungannya dengan percintaan, Forrest Gump tidak pernah memikirkan wanita lain selain Jenny (bukan BlackPink!). Dia adalah alasan Forrest berlari sejak kecil hingga menjadi seorang ayah meski sebelumnya harus menerima penolakan dan ditinggalkan berkali-kali. Tidak ada bukti bahwa Jenny beruntung bertemu dengan Forrest namun jelas bahwa Jenny-lah dalang dari semua keberhasilan Forrest. Forrest Gump percaya itu! Dia bahkan mendapat hadiah, Forrest Junior.

Dengan skor 8.8/10 IMDb dari 1.738.182 suara, seharusnya film ini pernah atau akan kalian nonton. Selamat menonton!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan