[Review Film] Pinocchio (2019)
PINOCCHIO (2019)
![]() |
| [Review Film] Pinocchio (2019) |
Siapa sih yang tidak pernah dengar Pinokio? Kita mengenalnya sebagai boneka kayu namun saya belum pernah menonton atau pun membaca bukunya “The Adventures of Pinocchio” yang diterbitkan tahun 1883 yang ditulis langsung oleh Carlo Collodi.
Nah, film ini berasal dari Italia dengan sutradara yang baik, Matteo Garrone. Dia berhasil memanjakan kita dengan latar yang menakjubkan. Dirilis tahun 2019, dengan membawa 15 nominasi David di Donatello Awards 2020 dan berhasil memenangkan kategori latar terbaik, kostum terbaik, tata rias terbaik, desain rambut terbaik, dan efek visual terbaik. Penghargaan ini adalah harga yang sesuai dengan nilai yang diberikan.
Salut untuk Federico Ielapi yang berperan sebagai Pinocchio dengan Ayahnya Roberto Benigni serta seluruh cast yang berhasil menyelesaikan film ini tanpa penyesalan.
Sebelum menonton ini, saya mengira akan mendapatkan banyak scene dimana hidung Pinokio akan memanjang karena kebiasaan berbohongnya namun ternyata tidak, hanya sekali! Itu pun hanya di depan Peri. Hidung kayunya memanjang dengan sangat cepat.
Film fantasi ini terbilang sangat vulgar dalam menayangkan ledekan, humor dan kritikan. Salah satunya, ketika Pinokio berada pengadilan hingga terbukti telah ‘tidak bersalah’ dan menjadi ‘korban’ pencurian 5 payet koin emas oleh kucing dan musang. Hakim tersebut seketika menyuruh para pengawal untuk memenjarakannya, “tapi saya tidak bersalah” “di tempat ini, orang yang tidak bersalah harus dipenjarakan” dan akhirnya Pinokio bersaksi bahwa dia pun seorang penjahat dan akhirnya dilepaskan begitu saja.
Saya pun tidak pernah tahu, ternyata kelahiran Pinokio sebagai manusia seutuhnya terjadi di dalam kandang domba. Kita tidak pernah lupa bahwa ada sebuah kelahiran yang sama dengannya, bedanya adalah Pinokio hanya memiliki Ayah tanpa Ibu.
Bahkan ketika Pinokio harus dimakan oleh ikan raksasa mengingatkanku dengan kisah Nabi Yunus. Saya menjadi antusias ingin merasakan sensasi itu juga selama selamat keluar dari perut yang bau itu. Bahkan dia bisa ketemu dengan Ayahnya di dalam sana.
Salah satu pesan yang saya terima adalah “dengarlah kata Ayahmu!” meski sebenarnya banyak pesan lain, kalian boleh mencarinya sendiri.
Untuk ukuran film yang pernah saya nonton, Pinocchio masuk kategori recommended. Kalian jangan lupa luangkan waktu menonton ini yah!
![[Review Film] Pinocchio (2019)](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLzaDsn8iFlws6cRBynR0YsUSmEMPauV9d0Nfbn7RTuUHEtUO3x_CqspmZnmm6JHnqgkxnaqf_tlyTI9rOPq6IFtiXdwEg7YhzHNWIjCHTTB5TUz6pVgHLtJRIUZlLnsmkmryEU1lwNWw/w320-h180/AdqOBPw4PdtzOcfEuQuZ8MNeTKb.jpg)
Komentar