Nostalgia The Fault in Our Stars .yuenmi.

 

The Fault in Our Stars (2014)

Nostalgia The Fault in Our Stars .yuenmi.

Kemarin inisiatif mengisi waktu dengan mengulang film tahun 2014, The Fault in Our Stars. saya memang tipe orang yang bisa mengulang film bahkan drama tanpa skip meski hanya satu detik. Haruskah saya kembali menonton Divergent atau Insurgent? Sekalian melihat mereka dalam satu layar lagi. (Terlalu banyak list)

Nostalgia dengan film ini cukup menyenangkan dan yang paling penting adalah menghadirkan perasaan yang berbeda. Dulu, ketika menonton ini air mataku tidak bisa berhenti mengalir berbeda dengan sekarang. Saya tersenyum bahkan ketika Hazel membacakan pidato kematian Augustus di gereja. Film ini menjadi sangat romantis di tahun 2020.

Hazel-lah yang mengenalkanku dengan Anne Frank (saya memang keterlaluan) dan film ini memberi kita kesempatan menjelajahi rumah gadis penulis buku harian tersebut. "Terima kasih banyak" meski sudah terlambat.

Film ini mengajarkan tentang keadilan, menurutku. Dengan selang pernafasan yang melekati Hanzel dan kaki palsu yang menemani Augustus tidak menghalangi mereka merasakan kehangatan dan kebahagiaan. Menggapai cita dengan cara romantis, sebagaimana Augustus yang tidak ingin terlupakan akan selalu dikenang oleh Hazel.

“Dunia akan sangat kesepian tanpa Hanzel dan Augustus” Bagaimana bisa kalimat ini terucap dengan sangat indah dan diterima penuh hormat? Yup! I love it so bad

Selama menonton saya terus-terus cemburu dengan kehidupan yang mereka miliki dan merasa jijik dengan waktu yang kumiliki, terbuang sia-sia. Mereka bahkan bisa bertemu dan berdebat parah dengan penulis kesukaannya dengan kondisi seperti itu. Kapan saya ke Iguazu?

Yang belum nonton film ini kusarankan nonton deh, gak terlambat kok!

Iya, sesingkat ini yang ingin kutuliskan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan