[Review Film] Midnight Runners (2017)
Midnight Runners (2017)
![]() |
Senang sekali hari ini bisa kembali menulis dan membuka blog lagi setelah hampir satu bulan vacum. Untung saja belum ada sarang laba-laba yang terbentuk di sini!
Kali ini saya akan bercerita tentang Midnight Runners, film yang turut andil menambah koleksi penghargaan Park Seojoon (Penghargaan Grand Bell untuk Aktor Pendatang Baru Terbaik). Disutradarai oleh Kim Joo Hwan yang juga menyutradarai The Divine Fury.
Keinginan menonton film ini lebih karena kehadiran Kang Haneul, aktor dengan giginya yang menawan dan tentunya air aktingnya yang kusukai. Apalagi diiming-imingi Bromancenya yang katanya asyik dan memang benar, asyik.
Film laga komedi ini bercerita tentang dua calon polisi yang memulai hubungan persabatannya setelah Kang Hee Yeol (Haneul) terpleset di gunung kemudian dibantu oleh Park Kijoon (Seojoon). Mereka berdua sekolah di akademi polisi karena alasan konyol, Kijoon melakukannya karena permasalahan biaya sekolah sedangkan Hee Yeol hanya karena ingin mencoba hal yang berbeda dari teman-temannya (lulusan SMA sains) yang sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk melanjutkan studinya di universitas yang bergengsi.
Midnight Runners tepatnya dimulai dua tahun setelah perkenalan mereka. Lebih tepatnya lagi, ketika dua laki-laki tolol dan tidak jantan sama sekali itu ingin mendapatkan teman kencan dan akhirnya pergi ke sebuah club. Dengan tampilan mereka dan isi otak yang masih kosong tentang perempuan, tentu saja club bukan tempat yang tepat untuk mereka.
Karena itu, mereka memilih keluar dari sana dan tiba-tiba seperti sebuah keajaiban, seorang perempuan cantik lewat dihadapan mereka. Dengan bodohnya Hee Yeol dan Kijoon mengikuti perempuan tersebut seperti seorang penguntit, kemudian mendapatinya diculik oleh segerombolan laki-laki jelek. Singkat cerita, para penjahat tersebut mencuri perempuan untuk diambil sel telurya dan dijual ke sebuah rumah sakit. Kedua laki-laki inilah yang menjadi saksi dan akan menjadi super hero.
Film ini memperjelas bagaimana sistem ekonomi berjalan di sekitar kita. Preman itu mendapat $20.000 sebagai harga puluhan perempuan yang dia culik sedangkan pihak rumah sakit menjual sel telur satu orang (Yunjung) seharga $80.000 dengan menipu pasien bahwa sel telur itu dijual dengan persetujuan sadar. Kenapa demikian? Alasan utamanya adalah karena preman hanyalah pekerja keras tolol yang tidak berperasaan sedangkan dokter itu adalah makhluk hidup cerdas mata duitan yang tidak layak disebut manusia.
Ceritanya mengajak kita ikut merasakan bagaimana menjadi seseorang yang melihat kejahatan namun tidak memiliki kuasa untuk menolongnya. Banyak dari kita yang akan menyerah dan pura-pura tidak tahu tapi tidak semuanya, Hee Yeol dan Kijoon merelakan pendidikannya selama 2 tahun untuk menyelamatkan perempuan-perempuan tersebut dengan berpura-pura mengambil perlengkapan lapangan seperti pistol listrik, borgol dan sebagainya atas nama Prof. Yang.
Miris sekali mengetahui kenyataan bahwa pihak polisi atau pihak lain yang berwenang atas kasus ini hanya bisa melaksanakannya dalam jangka waktu sebulan karena banyaknya kasus lain yang menumpuk. Sedangkan titik krisis hidup perempuan yang diculik adalah 7 jam. Ini bukan hanya tentang polisi atau pihak berwenang lainnya yang tidak bisa mengurusnya secara bersamaan akan tetapi lebih kepada terlalu banyaknya kriminalitas yang terjadi dan mungkin kurangnya sumber daya manusia, tapi butuh berapa lagi?
-
Oh iya, ada beberapa part yang sangat sesuai selera humorku dan yang paling ingin kubagi adalah Hee Yeol menggunakan kaca mata retaknya ketika mandi dan bagaimana dia mengumpulkan ludahnya untuk membangunkan Kijoon dan berdalih bahwa itu adalah darah yang mengalir.
Saya pun sangat suka dengan endingnya. Ketika Yunjung datang membawa air matanya yang terus berjatuhan kemudian menghampiri Hee Yeol dan Kijoon yang masih menjalani hukumannya atas apa yang telah dilakukannya. (Meski sebenenarnya mereka lebih berhak mendapat penghargaan). Yunjung setengah berlari memeluk Kijoon adalah hal termanis kualami kemarin, Hee Yeol yang ikut memeluk untuk mendapat bagiannya adalah bagian yang selalu kubayangkan mulai dari awal film ini bermula.
Sebenarnya saya masih ingin menulis tapi ada panggilan alam, kuakhir saja yah! Film yang sangat Korea ini layak untuk dinonton.
![[Review Film] Midnight Runners (2017) - yuenmi- [Review Film] Midnight Runners (2017) - yuenmi-](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDltE3mgU-8P80I6wKPQQo4ofhQFO-3Y7jhcyg4I3wQdjTISD2hXxGMHSmVZ9FrRdCi2EJSl-FSFUJFuUqy22qFu72NW6AWQ_F_5LIj5NqOO8NvXITRizzk8ipapCMAEd3zBULFsIcqSE/w320-h213/73988_3-pelajaran-hidup-yang-bisa-kita-tiru-dari-film-midnight-runners-yang-diperankan-oleh-kang-ha-neul.jpg)
Komentar