[Review Buku] Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta, Luis Sepúlveda .yuenmi.
PAK TUA YANG MEMBACA KISAH CINTA
![]() |
| [Review Buku] Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta, Luis Sepúlveda .yuenmi. |
Novel pendek yang ditulis seorang Luis Sepúlveda (1949) asal Chili dengan judul asli Un viejo que leía novelas de amor pada 1989 di Spanyol diterjemahkan oleh Ronny Agustinus dengan judul Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta.
Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta adalah cara jitu membuktikan bahwa Luis Sepúlveda adalah penulis sekaligus aktivis lingkungan. Membumbuhinya dengan ‘kisah cinta’ pada judulnya termasuk sedikit curang dengan sedikit kisah cinta.
Dimulai dengan dokter gigi beserta pasien-pasiennya yang brengsek, kupikir cerita ini akan banyak bercerita tentang ‘gigi’ dan ternyata tidak, si dr. Rubindo Loachamin, yang dipenuhi kebencian terhadap pemerintah tidak lebih dari sebuah pengantar.
Ini adalah kisah penghuni El Idilio diserang macan kumbang yang kehilangan anak dan pejantannya. Kisah tentang bagaimana seorang pemburu (bule brengsek) yang bersenang-senang dengan menguliti anak macan kumbang tanpa sadar bahwa maut berada tepat di depan matanya.
Korban pertama adalah pria muda berambut pirang yang ditemukan orang-orang Shuar (pribumi). Dia adalah pria bule dengan peluru dan empat lembar kulit macan kumbang yang sangat kecil, pemburu sialan yang dikencingi macan kumbang betina dewasa. Disusul korban-korban lainnya termasuk pencari emas dan akan terus berlanjut, mungkin hingga semua manusia di El Idilio diterkamnya.
Sangat mengkhawatirkan, sehingga Pak walikota akhirnya melakukan perburuan dengan mengajak beberapa orang termasuk Antonio José Bolívar Proaño. Pak walikota berkali-kali dipermalukan oleh Antonio José Bolívar Proaño karena kemampuan analisisnya yang rendah dalam penyelidikan. Perburuan yang menyusahkan Pak walikota tersebut akhirnya diserahkan kepada Antonio Jose Bolivar yang dianggap lebih mampu.
Antonio José Bolívar Proaño dulu pernah melakukan perjalanan bersama dengan istrinya setelah meninggalkan kampung halamannya. Mereka menyusuri hutan dan sempat tinggal di tepian Amazon. Tepian Amazon, sebuah hutan yang tidak dapat (belum) ditaklukkan oleh manusia, terlalu kuat sehingga tidak tepat untuk dijadikan tempat tinggal.
Duet antara Antonio José Bolívar Proaño dan si betina akhirnya tiba pada suatu malam, yang diinginkan betina ternyata bantuan untuk mengakhiri hidup pejantannya. Dengan berat hati, Antonio José Bolívar Proaño menembakkan pelurunya. Sangat tragis!
Namun tidak berhenti disitu, pada malam hari, macan kumbang betina mengencingin Pak tua dan mencoba menyerangnya esok pagi. Hewan buas itu tidaklah sebodoh itu, pikirku. Melawan Pak tua dengan pistol di dadanya adalah caranya untuk mengakhiri hidup dan itu adalah kisah yang paling romantis. Inilah kisah yang begitu disenangi seorang Antonio José Bolívar Proaño.
Kisah cinta tragis yang berakhir bahagia! Toh memang bahagia biasanya diukur dengan menggunakan ‘manusia’ bukannya macan kumbang terlepas kemudian tragis lebih gampang untuk disematkan kepada hewan tersebut.
-
Saya sangat suka penokohan yang tajam dengan sikap dan sifatnya yang timbal balik dalam novel tipis ini. Kita disuguhkan seorang Antonio José Bolívar Proaño dengan pengetahuan mendalamnya tentang hutan diiringi kecintaannya pada kisah cinta yang tragis. Di sisi lain, seorang walikota yang kerjanya menunjuk-nunjuk tapi malah penuh dengan keringat hingga dapat diperas dari sapu tangannya dan dijuluki siput berlendir.
Hanya saja, saya mendapati beberapa kata dengan typo yang mengesalkan. Ini pasti sangat, lebih mengesalkan bagi Luis Sepulveda yang dalam sesi wawancara di akhir buku ini mengatakan bahwa dirinya amat disiplin dan paling tidak membaca tulisannya sepuluh kali, tentu saja agar tidak ada kesalahan.
-
Terima kasih kepada Luis Sepúlveda karena telah menulis buku ini, semoga tenang di sana. Cukup mengesalkan harus mengenang beliau berpulang karena Covid-19. Namun tidak dengan Un viejo que leía novelas de amor.
-

Komentar