Menonton Snowy Road: Gugatan Perbudakan Seksual Militer Jepang

 

SNOWY ROAD

 

Snowy Road

Disutradara Lee Na-jeong yang juga menyutradarai Fight for My Way,  film durasi 2 jam lebih ini diambil dari sejarah yang kemudian skenarionya ditulis oleh Yoo Bo-ra. Rilis pada tanggal 1 Mei 2015 di Korea Selatan.

Snowy Road, menjadi salah satu dari dua proyek yang mempertemukan Kim Hyang Gi dan Kim Sae Ron yang telah kunonton. Sae Ron kembali menjadi gadis cerdas jutek sama halnya dengan Hyang Gi yang lagi-lagi menjadi sosok penuh perhatian, The Queen of Melodrama.

Dengan alur maju mundur, film ini menceritakan dua jenis penjajahan, kupikir. Di masa lalu Choi Jong Boon kecil (Kim Hyang Gi) dan Young-Ae (Sae Ron) bersama perempuan Korea lainnya diculik kemudian dijadikan ‘pelayan’ pasukan Jepang. Young-Ae yang hamil dipaksa untuk menggugurkan janinnya, penderitaan yang tiada henti itu membuatnya tidak lagi memiliki keinginan untuk hidup. Suatu pagi Dia mencoba bunuh diri dengan cara akan menenggalamkan diri di sungai yang membeku tertutup salju namun berhasil digagalkan oleh Jong Boon. 

Meski tidak mau akhirnya hidupnya berlanjut. Suatu hari pos akan dipindahkan, pesta diadakan pada malam itu dan dengan kemampuannya berbahasa Jepang membuat Young-Ae mengetahui bahwa ada yang aneh. Perempuan-perempuan yang menjadi korban perbudakan seksual itu ditembak satu persatu, untung saja Jong Boon dan Young-Ae berhasil kabur.

Tragisnya, meski akhirnya mereka berhasil kabur dengan berjalan kaki melewati tebalnya salju untuk bisa kembali ke negaranya, Young-Ae meninggal dunia karena luka tembak di bahunya. Dengan tidak meninggal saat percobaan bunuh diri dan malah meninggal sekarang memberi arti sendiri. Setidaknya sebelum meninggal Young-Ae berhasil menyelamatkan Jong Boon yang juga telah menyelamatkannya dulu. Sisa hidupnya menjadi lebih berarti.

Penjajahan lainnya kupikir dirasakan oleh Jang Eunsoo yang diperankan oleh Cho Soohyang (Dia berhasil membuat banyak orang geram setalah berperan antagonis di School 2015) Dijajah oleh negara sendiri meski dalam konteks yang berbeda. Hidup tanpa orang tua dan diperlakukan tidak adil di tengah dinginnya kota menjadi nasib yang hingga kini dialami banyak remaja di Korea Selatan.

Pesannya sangat jelas bahkan lebih mirip dengan gugatan: Pada Tanggal 1 Maret 2015, hanya ada 53 korban Perbudakan Seksual Militer Jepang dari 238 korban. Kami tidak akan melupakan orang-orang yang menderita dan meninggal dunia tanpa menerima permintaan maaf dari Jepang.

Sebaiknya kalian menonton film ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan