[Review Buku] Anwar Tohari Mencari Mati

Anwar Tohari Mencari Mati

Anwar Tohari Mencari Mati


Berawal dari Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu, berlanjut di Anwar Tohari Mencari Mati. Sebuah novel yang juga ditulis oleh Mahfud Ikhwan pula diterbitkan oleh Marjin Kiri. Kisah memang berlanjut tetapi kini tidak ada Dawuk, semuanya berpusat pada Anwar Tohari si Warto Kemplung, Mustofa si wartawan, dan Imam Widjaja si penulis surat.

Buku ini membuat Warto Kemplung tidak lagi menjadi pembual abal-abal, aksi dalam melawan musuh-musuhnya memberikan pembaca kenikmatan membaca cerita laga. Beliau (saya menyebutnya begitu agar terdengar keren) memang pencerita dan penulis yang baik.

Membaca novel ini membuatku berpikir bahwa Anwar Tohari dan Imam Widjaja adalah dua orang yang sama, sebagaimana Mahfud Ikhwan menuliskan cerita Warto Kemplung dan surat-surat Imam Widjaja dalam bentuk dan cara yang sama. Atau memang Penulis sengaja menulis kembali cerita-cerita dan surat-surat itu dengan caranya sendiri, sebagai seorang wartawan. Entahlah.

Sebagaimana Dawuk, buku ini juga banyak membahas tentang lagu dangdut dan India. Itulah yang membuat Anwar Tohari dan Imam Widjaja semakin mirip, semoga saja mereka memang pasangan homo yang tertular kesenangan. Tentu saja, tidak ada yang bisa dipercaya dalam cerita ini.

Jujur saja saya membaca buku ini cukup lama karena kesibukan tidak penting, makanya agak sulit untuk mereviewnya dengan baik. Maafkanlah.

Yang jelas novel ini bagus dan lebih baik dibaca jika telah membaca Dawuk.

Dan Dawuk harus dibaca.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan