[Review Drama] Balck Dog: Being A Teacher 2019
Black Dog: Being A
Teacher
![]() |
| [Review Drama] Balck Dog: Being A Teacher 2019 |
Kali ini saya akan membahas drama
Korea yang wajib dinonton sama guru-guru nih. Judulnya Black Dog, drama yang
tayang akhiri tahun 2019, ditulis oleh Park Joo Yeon, disutradarai Hwang Joon
Hyeok, dan memiliki 16 episode sama seperti drama lain pada umumnya. Diperankan
oleh Seo Hyunjin, Ra Mi‑ran, Lee Changhoon, Song Hajun,
dan masih banyak aktor ternama lainnya.
Ceritanya bermula dari study tour yang menyebabkan sebuah
kecelakaan bus di terowongan. Ketika anak-anak yang lain telah keluar dari bus ternyata
Ko Haneul masih belum bisa meloloskan diri karena kakinya terluka dan terjepit.
“Bus akan terbakar” kira-kira seperti itu pemberitahuannya, mendengar itu semua
orang panik karena menyadari masih ada orang di dalam bus tersebut. Kim
Youngha, guru sementara (kalau di Indonesia biasa disebut honorer) memberanikan
diri menolong Ko Haneul dan akhirnya kehilangan nyawanya.
Beberapa tahun kemudian, Ko
Haneul (diperankan Seo Hyunjin) tumbuh dewasa dan menjadi guru, tentu saja sebagai
guru sementara. Dia menaruh seluruh hatinya untuk mengajar, tekun, dan hanya
memikirkan sekolah dan siswa. Menangis adalah hal lumrah baginya, begitu juga senyuman
kegembiraan bahkan untuk hal yang sangat kecil. Dia seperti sedang merawat anak
kecil yang menggemaskan, hal itulah membuatnya disukai oleh banyak siswa. Khusus
anak kewaliannya, mereka bahkan datang berkunjung setahun kemudian serta
mengiriminya pesan setiap kali mereka rindu.
Drama ini secara garis besar
hanya menyoroti Grup Penasihat Universitas, di mana Ko Haneul dan tiga guru
lainnya bekerja sama untuk membantu para siswa diterima di universitas. Sekolah
membuka club beranama Ikarus, di mana anggotanya hanya terdiri dari 20 siswa
yang memiliki nilai tertinggi (tipe pendidikan yang sangat Korea Selatan). Dengan
kerja keras mereka, seorang siswa berhasil diterima di Universitas Haknuk
melalui penerimaan sistem rapor, setahun kemudian Ikarus dibubarkan karena
dinilai mendiskriminasi siswa.
Hingga episode 5 tidak ada adegan
pembelajaran di kelas selanjutnya pun sangat jarang, semua fokus dengan urusan
administrasi dan lain-lain. Anehnya kita dapat melihat mereka bersungguh-sungguh
mengajar dan perhatian dengan para siswa, sutradara mampu menggambarkan itu
tanpa harus berada di dalam kelas.
Dari 16 episode, saya sangat
menyukai adegan Ko Haneul menutup pembelajarannya yang pertama kali dengan
bergumam “Aku sudah muak” sungguh sangat mewakili hati banyak guru. Tidak kalah,
adegan ketika Ko Haneul meminta maaf di depan siswanya setelah insiden banana
begitu menyetuh. Saya mengulang adegan ini berkali-kali, bukan untuk membuatnya
mempermalukan diri namun lebih kepada bagaimana dia bisa mengakui kesalahan
tersebut dan bagaimana siswa memaafkannya seolah itu bukan masalah. Hanya saja,
kupikir episode 16 terlalu monoton dan sangat tidak menggairahkan. Berita baiknya
Pak Bae akan menikah dan Bu Ko berhasil lulus ujian sertifikasi guru.
Sebagai seorang guru, hanya kali
ini saya berhenti menonton drama di tengah jalan karena sangat terinsiprasi, dorongan
untuk menjadi guru yang baik mengisi penuh diriku. Saya bergegas memperbaiki perangkat
pembelajaranku sembari berpikir bagaimana cara menjadi guru yang baik. Bukan
hanya menjadi guru, saya juga ingin kembali menjadi siswa, siswa yang baik dan
seketika ingin menelpon guru-guruku dan mengatakan sesuatu yang memalukan,
seperti “saya merindukan bapak, saya merindukan ibu.”
Terima kasih kepada penulis, sutradara,
dan para aktor yang telah berpartisipasi, dramanya mengenyangkan!
![[Review Drama] Balck Dog: Being A Teacher 2019 [Review Drama] Balck Dog: Being A Teacher 2019](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzFPh4SSdC1SOObFqph1i1lvhCscaNEO-BEw8_c5NIrlNt53pS204L6-u15ivNWqBaawaTaUNxvD2-764h-N7TkJZn0Y1GpSN17kKuBB064b1ajaJ86Qq0FWne9kb8OqqqcFHu4gqyZnk/w320-h167/black_dog_ratio-16x9.jpg)
Komentar