Menonton Dune 2021

 

DUNE 2021

Saya tidak pernah benar-benar memiliki keinginan menonton film ini sejak dirilis di Venice maupun setelah 13 Oktober 2021 di Indonesia. Kemudian tiba-tiba kemarin dipenuhi kegabutan dan akhirnya menghabiskan kuota untuk menonton film ini. Film yang diadaptasi dari sebuah buku ini.

Berkisah tentang Paul Atreides, keturunan Duke Leto Atreides dan seorang selir yang merupakan Bene Gesserit (organiasi pseudo-religius yang semua anggotanya adalah perempuan). Paul ditakdirkan menjadi seorang terpilih dan semua itu diwahyukan melalui mimpinya, Dia adalah penyelamat, Sang Mahdi.

Denis Villeneuve, sebagai sutradara patut mendapatkan jempol atas visualisasi yang hebat dalam Dune. Dan juga telah baik hati memilih Timothee Chalamet (Paul Atreides) sebagai pemeran utama bersama dengan Rebecca Ferguson (Lady Jessica), Zendaya (Chani), Jason Momoa (Duncan Idaho), Oscar Isaac  (Leto Atreides I) dan aktor hebat lainnya.

Dengan durasi 2 jam 35 menit, hampir semuanya menampilkan mengenai Paul. Sisi Paul yang penuh kasih sayang memeluk setiap orang kesayangannya dengan manja seperti yang biasa dilakukan pangeran kecil di sebuah kerajaan. Paul yang penuh rasa penasaran, anak muda yang tanpa persiapan harus menanggung tanggung jawab yang besar, dia selalu terkaget-kaget. 

Menjadi seorang pahlawan tanpa benar-benar melawan siapapun dan untuk siapapun, perilaku pahlawan tidak dilekatkan padanya. Dia tidak pernah membunuh hingga menit-menit akhir, dan itu untuk menghormati keyakinan Fremen dalam bertarung, bahwa tidak ada akhir kecuali kematian.

Berbicara tentang masa depan, Dune tidak menghilangkan cinta. Cinta yang memicu pengkhianatan tentu saja yang menjadi titik sentral konflik, menewaskan Leto Atreides I bersama orang-orangnya.  Cinta inilah yang memulai pengembaraan Paul menuju masa depan yang telah ditakdirkan untuknya.

Chani dan Fremen hanya muncul beberapa menit, bumbu-bumbu bahkan belum terlihat. Meski demikian menurutku ini awal yang baik mengingat ini masih part 1 (It Begins). Semoga ada lanjutannya sih, hehehe.

Setidaknya kegabutanku menonton film ini tidak berakhir menjengkelkan. Mataku dimanjakan visualisasi dan saya menyadari wajah Timothee Chalamet makin lama makin cantik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan