[Review Film] Potrait of a Lady on Fire 2019

Bak menonton pertunjukkan teater, film drama romantis sejarah Prancis ini menampilkan set yang begitu indah. Terlebih pada pencahayaannya, menurutku begitu.

Keluar tahun 2019 dengan Céline Sciamma sebagai penulis sekaligus sutradara. Menjadikan Noémie Merlant dan Adèle Haenel pemeran utama bersama dua aktris wanita lainnya yang pun perempuan. Dalam 2 jam 1 menit ini laki-laki hanyalah pengantar, dan bukan hanya dalam artian sesungguhnya.

Potrait of a Lady on Fire adalah kisah cinta terlarang antara Marianne si pelukis yang dibayar oleh ibu Heloise untuk melukis putrinya. Yang mana hasil lukisan itu akan dikirim ke Milan sebagai bahan perkenalan Heloise kepada calon suaminya. Naas sekali ketika kamu adalah orang yang membantu kekasihmu bertemu dengan calon pengantinnya.

Saat ketika Marianne memainkan piano dan Heloise menghampirinya, duduk di sampingnya, menatapnya lekat sekali, saya melihat betapa Heloise dipenuhi cinta seketika itu juga. Adegan ini tak terlupakan bagiku.

Dan yang paling menarik adalah ketika Marianne, Heloise, dan Sophie pergi ke suatu tempat. Di sana mereka mengitari api unggun dan tiba-tiba pertunjukan dimulai, harmoni nan indah keluar dari bibir-bibir manusia. Heloise berdiri di seberang, bajunya dimakan api, Marianne memotretnya dengan mata, Potrait of a Lady on Fire.

Kisah mereka adalah versi lain dari Euridike dan Orfeus. Ketika Orfeus memohon agar kekasihnya Euridike dihidupkan kembali, Eumenides menangis dan Hades mengabulkan doanya. Maka dengan syarat tidak boleh menoleh ke belakang sebelum sampai di pintu yang ditunjukkan, Euridike akan hidup kembali, mereka akan hidup bersama. Namun, Orfeus malah menoleh ke belakang.


Karya ini tentu saja tidak sekadar persoalan cerita yang menarik, ini adalah pertunjukan seni. Céline Sciamma pintar sekali memotong adegan-adegan intim, menghilangkan tarikan-tarikan nafas yang cabul dan menyisahkan kemesraan.


Nontonlah kalau sempat, film ini bagus.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan