Night at Library with Ernst H. Gombrich
Halo, long time no see.
Hari ini Perpustakaan UPI membuka layanan Night at Library yang akan berlangsung hingga bulan November 2023. Saya tidak tahu ini program tahunan atau memang baru dibuka yang jelas saya harus menikmatinya. Dan sepertinya program inilah yang memberiku alasan menulis lagi di sini.
Kali ini saya kembali dengan Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda, tulisan Ernst H. Gombrich. Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh Elisabeth Soeprapto-Hastrich, merupakan cetakan ketiga oleh Marjin Kiri. Buku milik Perpustakaan UPI ini sudah lumayan babak belur dihantam tangan-tangan durjana, ya saya juga bisa termasuk di dalamnya.
Terdapat 40 bab dari 368 halaman, sudah semingguan saya bolak-balik untuk membacanya dan saya belum menyelesaikan bukunya hingga saat ini. Untungnya bab yang kutunggu-tunggu telah selesai kubaca dan saya sungguh ingin seseorang menulis khusus untuk bab tersebut, bab 20: Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Utusan Allah. Tentu saja orang itu tidak boleh saya yang saat ini.
Buku ini menyenangkan karena memberikan sensasi dongeng pada sejarah yang nyata. Ada fiksi dibalik non-fiksi, begitu pula sebaliknya. Rasanya seperti Anda kembali menjadi anak-anak dan dibacakan dongeng oleh Ayahmu. Atau begini, karena saya membaca sendiri, rasanya seperti diriku yang sekarang sedang mendongengkan diriku sepuluh tahun lalu. Ya, sepertinya demikian.
Sebagai buku sejarah, Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda bisa dibilang lebih mudah dicerna meski tetap saja sulit untuk orang seperti saya. Saya suka membacanya dengan kenyataan saya masih kesulitan untuk menangkap semuanya, terlebih menghafalkan tahun-tahun yang disebutkan. Tetapi kamu harus yakin bahwa ini jauh lebih mudah ketimbang membaca sejarah dunia yang ditulis dengan serius.
Saya senang setiap mendapatkan hal baru dalam buku ini, eh, rasanya isinya memang hampir berisi hal-hal baru buat saya. Artinya saya memang tidak begitu tahu banyak mengenai sejarah dunia.
Buku ini cocok untuk pembaca muda seperti judulnya, berisi kulit-kulit luar sejarah dunia, jika ingin belajar sejarah lebih jauh ya jangan menggunakan buku ini. Bukan tidak boleh, hanya kurang tepat.
Apalagi ya?
Sekian deh, semoga nanti bisa berkesempatan menulis lagi.

Komentar