Pengantin-pengantin Loki Tua - Yusi Avianto Pareanom
Halo, 2024!
Kenalkan, Pengantin-pengantin Loki Tua yang
dibeli langsung di Buku Akik yang mulia (padahal kalau beli online bisa lebih
murah). Dicetak pertama kali pada Juni 2023 oleh baNANA publisher. Covernya
cantik namun menurutku tidak begitu sesuai dengan Loki Tua.
Tulisan kedua dari Yusi Avianto Pareanom yang
kubaca setelah Raden Mandasia: Si Pencuri Daging Sapi. Ya, hubungan
kedua buku tersebut benar jika disebut spin-off. Uniknya kedua buku ini
merupakan bacaan awal tahunku, yang pertama tahun 2022 dan selanjutnya 2024.
Selang dua tahun tersebut saya membaca Kura-Kura
Berjanggut karya Azhari Aiyub yang juga merupakan Historical fiction book dengan bahasan yang sama-sama mengantar pada pulau rempah-rempah sehingga membuatku sulit tidak mencampuradukkan ketiga buku ini. Ada baik dan
buruknya, tentu saja.
Bagaimana pun juga akhirnya saya menyelesaikan
buku ini setelah sepuluh hari, waktu yang cukup lama untuk sebuah novel 343
halaman. Ada waktu di mana saya tidak sempat menyentuhnya sama sekali. Itulah
yang membuatku merasa kehilangan atau lebih tepatnya melupakan beberapa bahasan.
Sama seperti Raden Mandasia, Loki Tua pun ditulis
dengan baik. Lelucon haru biru, jelas ditulis dari pikiran satu orang yang sama.
Berbeda dengan Raden Mandasia, Loki Tua adalah rakyat
biasa. Suka memasak dan tidak percaya bahwa memasak akan menyelamatkannya dari bahaya,
apalagi membuatnya mengubah dunia. Yakin bahwa rasa enak dari masakan tidaklah
berasal dari hati, melainkan diracik dengan takaran yang sesuai. Hampir seluruh
hidupnya dihabiskan sebagai pengikut meski akhirnya dia merasa lucu sendiri
karena menjadi pemandu bagi Raden Mandasia dan Sungu Lembu.
Loki Tua jatuh cinta begitu dalam dengan Hokulani,
namun tidak mampu menjadi Bahar yang hatinya hanya muat satu orang meski orang
itu telah lama tiada. Perjalanan membawanya kepada perempuan satu dan lainnnya.
Untung saja dia tidak terkena raja singa, penyakit yang mengantar Kim menuju
nerakanya. Lelaki berambut putih ini kemudian bertemu dengan istri kedua dan
seterusnya.
Bahkan dengan keempat pengantinnya tersebut, Loki
Tua hanyalah lelaki kesepian.
Loki Tua penggambaran manusia biasa.
Saya bahkan menemukan penggambaran Raden Mandasia pada bab Dua
Pangeran sangat kuat hingga membuat Loki Tua menjadi pemeran pembantu
pada ceritanya sendiri.
Apapun itu, saya menunggu kesempatan membaca
karya Yusi Avianto Pareanom selanjutnya.

Komentar