Be Melodramatic, again and again.

 

Be Melodramatic, lagi dan lagi.

Semalam dan pada malam-malam lainnya, sebelum tulisan ini dan setelahnya, saya menonton Be Melodramatic, lagi dan lagi. Sebuah drama yang mencoba normal, yang kemudian membuatnya malah terlihat tidak normal. Semacam anomali akan kejujuran, saya sangat menyukainya dan akan terus demikian.

Disutradarai oleh Lee Byeong-heon dan Kim Hye-young, drama dengan 1,120 menit ini bercerita mengenai tiga sahabat perempuan berusia tiga puluhan yang akhirnya tinggal bersama. Penduduk rumah tersebut terdiri dari, Lee Eun-jeong dan adik cowoknya yang berusia akhir dua puluhan, Hwang Han-ju dan putranya yang masih TK, serta Im Jin-ju dan dirinya sendiri. Semuanya berkecimpung di industri hiburan, menampilkan bagaimana orang-orang ini bekerja di belakang layar.

Penokohannya tajam, dialognya menarik, musiknya menyegarkan, dan tentu saja kemunculan iklan yang sangat kreatif haha. Kehadiran Ahn Jae-hong sebagai Son Beom-su adalah alasan utama saya menonton drama ini dan menjadi salah satu alasan saya begitu menyukainya kemudian. Dia menjadi sutradara jagoan yang mengetahui dirinya jago. Dalam pernyataannya, dia menyukai menerima paket dan menyukai membaca menu di restoran, namun dia jauh lebih menyukai pekerjaannya ketimbang kedua hal itu. Kinerjanya tidak perlu diragukan, sebagaimana kalian tidak perlu meragukan latar belakang keluarganya.

Segalanya terlihat jujur, bahkan setelah minum semalaman dan terbangun di kasur yang sama dengan seseorang, kamu hanya perlu tenang, sarapan, dan pulang seolah tidak ada yang terjadi. Ini adalah langkah yang paling logis dan menguntungkan kedua belah pihak. Selebihnya kamu boleh berlari sambil berteriak atau mencoba meloncat dari jendela sambil memakan tomat.

Menyajikan ketulusan yang tidak glamor, kesialan yang ditertawakan, kebahagiaan yang tidak dirayakan, sebuah kehidupan yang tetap dijalani dengan pencarian makna berbeda. Tidak pernah ada yang penuh seratus persen, setiap keputusan akan berakhir pada situasi. Dan yang bertanggung jawab atas dirimu hanyalah dirimu sendiri. Kehangatan dan kebaikan dari orang lain adalah sesuatu yang pantas disyukuri.

Inilah rekomendasi pertama saya, semoga kalian menyukainya. Kalau pun tidak, setidaknya saya sudah mengetik ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Paya Nie

Aravind Agida dalam Harimau Putih

Seorang Perempuan yang Berlutut kepada Tuhan